Sinyal Gebet Saham memang Joss!!! IMJS terbang tinggi, upside 50%

Hello sobat Gebet semua.

Apa kabar? Semoga sehat dan cuan selalu.

Beberapa minggu ini bahkan mayoritas hari bulan ini, kita merasakan indahnya pasar saham. IHSG terus menerus hijau tanpa henti, di awal bulan 5100an sekarang sudah di naik ke angka 5700an.  Mengalahkan statistik bulan november (Biasa disebut Seasonality Chart), sbb:

Seasonality chart IHSG 2010-2020

Menurut statistik bulan November adalah bulan yang  merah pekat, artinya lebih banyak IHSG turun dibandingkan naik. Dari 2010-2019, hanya 2 kali IHSG bisa closing hijau. Jadi chance kita untuk loss lebih besar dibandingkan bulan desember yang selalu hijau.

Oh iya, untuk yang belum tahu seasonality chart ini menghitung hanya harga close bulanan dari emiten atau index (gambar diatas adalah index IHSG). Berwarna Hijau jika harga close suatu bulan (months) lebih tinggi dari close bulan sebelumnya. Begitu juga sebalikny kalau merah. contoh: November 2018 hijau, karena pada akhir bulan harga ditutup naik +3.85% dari bulan oktober 2018.

 

Satu hal yang saya pelajari di pasar saham, seperti juga yang sering dikatakan bro gebet, performa masa lalu tidak menggambarkan performa masa depan. Jika kita terpaku pada performa masa lalu, contoh seasonality chart, kita tidak akan trading sama sekali di November. Dan melewatkan kesempatan euforia pasar saat ini.

Di awal bulan Nov ini juga dana asing sudah mulai masuk kembali, dimana sebelumnya terus menerus keluar sejak Feb 2020 (Menu market index ---> JCI). Karena berbagai faktor, yang paling kuat salah satunya hasil pemilu AS & ditetapkannya Omnibus law oleh DPR kita. Yang hasilnya mematahkan statistik seasonality chart di gambar atas. IHSG naik tinggi di november 2020.

 

Butuh waktu dua tahun lebih untuk saya memahami konsep sederhana ini yang di gagas oleh Mark douglas dalam buku Trade in the Zone (Jika teman-teman ada waktu, cobalah baca buku ini. Sangat bagus untuk latih psikologi kita)

“Every Moment in The Market is Unique”

Tidak ada jaminan bahwa kita loss di minggu lalu, akan mengakibatkan kita loss juga besok. IHSG merah november tahun lalu akan merah juga november tahun ini. Ini adalah psikologi dasar yang harus dimiliki oleh semua orang yang terjun di pasar terbuka seperti pasar saham. Bahwa setiap kejadian di pasar saham adalah unik. Saya pun masih belum menguasai hal ini. Contohnya baru-baru ini.

Chart Medco

Saya ambil MEDCO di closing 23 Nov '20 di 460 karena melihat ada lonjakan volume, lingkaran kuning kanan. Plan awal beli di 460, Stop loss di 440. Namun setelah beli (kebiasaan newbie, analisa mendalam setelah ambil posisi buy. Jangan ditiru), saya lihat di 11 Aug '20, lingkaran kuning kiri, setelah candle hijau tinggi besoknya ada naik lagi tapi...  close di merah (statistik). Maka saya pasang jual di 2% saja.

Matahari terbenam dan malam pun tiba. Kemudian Ayam berkokok menandakan pagi. berlanjut jam 9.00 pasar saham resmi dibuka.

Dan benar saja, harga opening medco melesat naik ke 490. Dan order sell saya sudah done. Di akhir hari, 490 itu menjadi high 24 Nov. Dan saya merasa bersyukur berhasil cuan dan menunggu di harga bawah lagi.berharap medc turun ke 460 atau kurang.

Tapi kenyataan tidak seindah harapan kita.

Di 25 & 26 nov, harga Medco bukannya turun malah naik hingga ke 520. Mendekati harga gap down maret di 535. Sedih, of course. Kesal, tentu saja. Kesalahan karena tidak mematuhi plan awal dan menitikberatkan pada statistik, bukan pada keunikan pergerakan harga di pasar. Well, ini akan memakan waktu untuk pembiasaan tapi worth it untuk dikuasai. Untuk trader senior seperti sis Mel, bro Anto dan bro Eko, saya percaya pasti sudah kuasai konsep ini.

OK, cukup sekian dan kita kembali ke pokok bahasan. IMJS.

Pada 29 Oktober saya ada share soal IMJS ini.

 

IMJS chart 20201028

Chart IMJS 28-Oct-20

 

IMJS grafik gebet

Dimana grafik gebet saham menunjukan akumulasi mark down. Harga cenderung turun, namun garis kuning naik pesat.

 

Setelah share, saya tidak langsung masuk. Menunggu dia break resist dengan didukung volume besar. Saya pelajari ini dari Michael Yeoh, admin stockbit. Bahwa harga naik menembus resistance, biasa disebut breakout, dengan volume besar menunjukan bahwa buyer menang dan mayoritas dana di pasar menghendaki harga untuk naik lebih tinggi. Untuk itulah tante EM, sangat menyukai trading breakout.

IMJS breakout 11Nov20

Chart IMJS breakout, 11 nov 20

Trade plan, buy di 256 Cut loss di 244 (di bawah trendline, garis diagonal merah). Take profit (TP) 1 di 3R, sekitar 292. take profit 2 lihat sitkon. Dan indahnya masa bullish, tidak berapa lama kemudian sampai ke target. And again, fear take a better of me. saya pasang TP2 di 300an. Dan berhasil kena. Senang lah saya saat itu.

realized profit IMJS

Tapi tidak lama kemudian, Michael yeoh ada posting bahwa imjs masih punya potensi ke 520an.

Saat itu saya sudah tobat dan tidak FOMO, menunggu entry berikutnya. Dan sedihnya sampai sekarang, belum ada IMJS dikasih turun malah terus-terusan naik, dan close kemarin jumat di 400. Seandainya TP2 kedua saya tidak dikuasai rasa takut. Saya sudah menikmati floating profit sebesar 50%. harga close 400 dikurang harga beli 256.

Kesimpulan dari kisah ini.

1. Carilah saham yang punya pola seperti IMJS ini.

    a. Harga belum jalan ( tidak kemana-mana, bahkan cenderung turun)

    b. grafik gebet saham menunjukan akumulai (Garis kuning naik terus)

 

2. Patuhilah Trade plan awalmu.

   Seberapapun gejolak pasar, berusahalah untuk tetap mematuhi trade plan. Dimana kamu cut loss, dimana kamu Take profit. Dan jika seperti kasus IMJS ini, siapkan 2 cara take profit.

a. Take profit pertama di 2-3R. R disini adalah Risk.

b. Take profit kedua menggunakan Trailing stop.

 

3. Selalu bersyukur atas nikmat yang Tuhan beri.

Walau masih bisa lebih cuan lagi, tapi terima hasil akhirnya. jangan FOMO (Fear Of Missing Out), buy asal-asalan di harga berapapun dan berharap bisa take profit di harga yang lebih tinggi.  Itu kesalahan nubie.

 

Sekian dan terima kasih sudah mau membaca posting perdana saya.

Salam sehat dan Cuan selalu

GBU!

 

 

Comments

eko035's picture

Keren pembahasannya bro. 

saya belum expert lah, masih harus banyak sekali belajar. malah saya ngga punya target2 macem macem untuk harga. pengalaman pakai garis gebet dan ichimoku, maksimal return saya pasang di 10% aja. udah itu bye cari lainnya. belum bisa menerapkan support dan ressistence he he. 

makasih ilmunya ya bro Ferdian.. 

ferdiansaputra's picture

Sama-sama bro Eko.

Di Market itu betul-betul banyak jalan cari cuan.  Bro Eko dengan pendekatan ichimoku sudah hebat, karena konsisten cuan.

Yang sulit dikuasai itu psikologi Trading, gak ada seminar atau kelas-nya di indo.

Kayak hari ini aja dikasih minus 2%. Hati saya ini masih merasa gundah gulana, karena banyak yg kena SL. Ingin rasanya untuk open buy lagi... tapi... terlalu spekulasi kalau saat ini.