Peta Saham Semakin Insightful

Setelah sekian waktu menggunakan metode gebetSaham, pastinya kita sudah mulai bisa melihat bagaimana realitas pergerakan harga yang dibandingkan dengan pola garis kuning. Bagaimana cara kita memilih saham pun sudah semakin terpola. Untuk itu, fitur Peta Saham sudah diupgrade, kini tersedia diakses melalui menu Market Index JCI, tidak lagi melalui menu Insight.

Peta Saham akan tampil sesudah memilih rentang waktu periode amatan pada grafik IHSG, serta difokuskan pada saham yang tergabung dalam indeks KOMPAS100 saja. Peta Saham yang baru ini dirancang untuk membantu kita memilih saham-saham dalam pola akumulasi, dimana idealnya kita akan tertarik untuk mencari saham yang konsisten diakumulasi dalam jangka panjang (maksimal hingga 6 bulan kebelakang), dan juga masih terus diakumulasi pada periode amatan yang kita pilih. Dengan pendekatan ini, kita selalu bisa zoom-in terhadap fenomena yang terjadi di bursa. Contoh, pada periode 4-24 Maret 2020 dimana IHSG jatuh sangat dalam, saham mana saja yang masih terus diakumulasi oleh asing? Peta Saham langsung memberikan jawaban.

Seperti biasa, Peta Saham disajikan dalam bentuk text icons penuh warna dengan ukuran bervariasi. Icon berwarna hijau mencerminkan seberapa besar peningkatan akumulasi pada periode amatan, warna semakin intens berarti peningkatan akumulasi semakin tinggi. Icon berwarna merah mencerminkan seberapa terjadi penurunan (distribusi). Icon berwarna merah dan hijau ini mencerminkan garis kuning pada periode amatan, sesuai dengan Kekuatan Asing masing-masing saham. Kekuatan Asing >40% maka mencerminkan garis kuning dana asing. Jika sebaliknya, maka mencerminkan garis kuning pelaku pasar umum. Ukuran icon yang lebih besar berarti pada saham tersebut telah terjadi peningkatan akumulasi yang cukup tinggi selama 6 bulan terakhir. Singkat kata, Peta Saham disajikan secara berurutan, mulai dari yang akumulasinya terbesar (gradasi warna hijau), akumulasi/distribusi minor (warna abu-abu), hingga distribusi terbesar (gradasi warna merah).

Nah sekarang studi kasus ya. Saham yang berwarna hijau dan merah, bisa selalu dicek garis kuningnya untuk memantapkan pilihan. Perhatikan ada beberapa saham berwarna merah, tapi berukuran besar (TPIA SCMA JPFA EXCL TBIG). Kita ambil salah satu sebagai contoh, coba cek garis kuning EXCL pada gambar berikut.

Nampak pada grafik dana asing (Kepemilikan Asing di EXCL mencapai 52%), garis kuning selama 6 bulan terakhir terus menanjak naik akumulasi, tapi semenjak pertengahan Maret 2020 mulai berbalik arah, sementara harga masih naik kencang. Sudah jelas EXCL memasuki fase distribusi, ditandai dengan harga yang terus naik. Bagi yang memiliki posisi di EXCL, manfaatkanlah kesempatan ini untuk jual di harga yang lebih tinggi ^_^

Semoga sedikit penyempurnaan ini dapat bermanfaat. Jika ada ide bagaimana fitur ini bisa lebih baik lagi, silakan posting dalam komentar yaa.