Fungsi Ganda Teknologi Garis Kuning

Saat itu 26 Maret 2019, headline koran Bisnis Indonesia memberitakan emiten grup Salim sebagai "kinerja yang ciamik" dengan uraian data faktual ICBP sebagai peraih pertumbuhan laba bersih tertinggi. Berita bagus ini akan mendorong investor mainstream untuk mulai membeli ICBP. Apakah sudah saatnya beli? Belum tentu, cek dulu garis kuningnya.

Faktualnya, saat berita terbit kmrn, ICBP justru dibanting sampai minus 8,9%. Jika kita lihat pola garis kuning per awal Januari 2019, ini merupakan pola distribusi yang memberi sinyal agar kita menjauh dari saham ini, walaupun secara grafik harga (dan technical analysis) sudah memanggil-manggil para investor mainstream untuk entry. Harga yang sudah naik +23% sejak November 2018 tentu sangat menggoda untuk entry.

Apa yang terjadi seminggu kemudian pada tanggal 2 April 2019? Garis kuning masih melanjutkan penurunan, demikian juga diikuti dengan kejatuhan harga.

ICBP adalah contoh sempurna atas fungsi ganda garis kuning: early warning dan maksimalisasi keuntungan. Nampak nyata bahwa garis kuning yang menurun tajam akan berdampak diikuti oleh kejatuhan harga. Di sisi sebaliknya, kita masih dapat menikmati kenaikan harga yang terjadi saat garis kuning meluncur turun. Saat kenaikan harga dirasa sudah cukup, atau saat penurunan harga dirasa sudah bikin cemas, langsung eksekusi jual tanpa keraguan. Ini akan menghindarkan dari penurunan harga yang jauh lebih dalam.

Seandainya investor menjual ICBP saat garis putih, akan terhindar dari kerugian yang lebih dalam hingga minus 9,8%. So, pastikan selalu cek garis kuning setiap kali menjumpai berita bagus. Cukup mendaftar sebagai member gebetSaham, sudah bisa melihat garis kuning seluruh saham.